Jumat, 27 Juli 2018

Pemrograman Web

 Secara umum jenis pemrograman web terbagi menjadi 2 yaitu :

A. Client Side Scripting
    adalah salah satu jenis bahasa pemrograman web yang proses pengolahannya dilakukan disisi client. Di dalam web browser terdapat library yang mampu menerjemahkan semua perintah dihalaman web yang menggunakan Client Side Scripting. Selain itu, gunakanlah style penulisan perintah client side scripting yang standar sesuai dengan W3C. Misal untuk penulisan HTML gunakanlah style penulisan EXtensible Hypertext Markup Language (XHTML) yang sudah menjadi standar internasional. Berikut adalah contoh client side scripting: HyperText Markup Language (HTML), Extensible HyperText Markup Language (XHTML), Cascading Style Sheet (CSS), JavaScript, Extensible Markup Language (XML).
1. Kelebihan Client Side Scripting
   > Mudah untuk dipelajari dan digunakan, artinya untuk mempelajari client side scripting cukup mudah.
   > Tidak membutuhkan pengetahuan pemrograman yang tinggi atau pengalaman pemrograman yang cukup ahli.
   > Perubahan dan pemrosesan kode pogramnya lebih cepat karena dilakukan langsung disisi client/komputer host tanpaperlu melakukan proses disisi server melalui jaringan internet.
   > Mampu menampilkan layout dan desain halaman web yang lebih interaktif dan user friendly. User dapat berinteraksi dengan halaman web melalui form isian yang disediakan.
2. Kelemahan Client Side Scripting
   > Kode programnya dapat dilihat melalui browser, sehingga dapat dikatakan tidak aman jika konteksnya adalah ingin melindungi kode sumbernya dari pihak lain. Melalui menu view page source yang ada dibrowser, maka user dapat melihat kode sumber dari dokumen  web tersebut di internet.
   > Jika spesifikasi komputer host rendah (memory, CPU, storage media) maka dokumen web yang menggunakan client side scripting akan lambat diproses. Sebaliknya, jika spesifikasi komputer host tinggi maka pemrosesan dokumen webnya akan cepat.
   > Masalah kompatibilitas web browser menjadi isu yang perlu diperhatikan. Karena beberapa web browser menggunakan web engine yang berbeda maka ada kemungkinan client side scripting akan diterjemahkan berbeda oleh masing-masing web browser tersebut.
   > Minim fitur untuk pengaksesan ke sumber daya komputer. Misalkan untuk menulis ke sebuah file di komputer, membaca isi file, membuat file/direktori di hard disk komputer, dan mengakses port-port di komputer tidak dapat dilakukan oleh client side scripting.

B. Server Side Scripting
    adalah bahasa pemrograman web yang pengolahannya dilakukan disisi server. maksud server disini adalah web server yang di dalamnya telah mengintegrasikan komponen web engine. Tugas web engine adalah memproses semua script yang termasuk kategori client side scripting didalam dokumen web. Contoh server side scripting, yaitu:
Active Server Pages (ASP), adalah bahasa pemrograman web milik Microsoft yang berbayar.
 PHP Hypertext Preprocessor (PHP), adalah bahasa pemrograman web berbasis open source. Penemunya adalah Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Web server yang mendukung PHP adalah web server Apache dan web server IIS.
Java Server Pages (JSP), adalah bahasa pemrograman web berbasis server side scripting yang berbasis platform java. Jadi perintah-perintah dalam JSP hampir sama dengan bahasa pemrograman java. Web server yang mendukung JSP adalah web server Apache Tomcat.
1. Kelemahan Server Side Scripting
    > Karena semua pemrosesan dilakukan disisi server maka dibutuhkan spesifikasi komputer server yang cukup tinggi agar dapat memproses server side scripting secara cepat. Karena itu dibutuhkan investasi yang tidak sedikit untuk pengadaannya.
    > Dibutuhkan kemampuan pemrograman yang baik untuk mempelajari server side scripting.
    > Tidak memiliki kemampuan untuk membuat layout/desain halaman web yang menarik.
2. Kelebihan Server Side Scripting
    > Aman, hal ini karena kode sumber server side scripting disimpan di web server yang ada disisi server, sehingga user/pengunjung tidak dapat melihat kode sumber server side scripting dari sisi client/web browser.
    > Meminimalkan traffic dijaringan. Pada saat user melakukan request keserver maka yang dikirimkan ke user adalah hasil pemrosesannya saja.
    > Pemrosesannya lebih cepat karena spesifikasi hardware untuk mesin server biasanya lebih tinggi (bisa jadi kelemahan juga).
    > Mampu mendukung banyak program basis data/database management system (DBMS).
    > Mampu mengelola sumber daya yang ada dikomputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak lainnya.
    > Mampu dijalankan disemua system operasi (cross platform).
    > Tidak bergantung pada jenis web browser yang akan digunakan, karena semua script dikelola disisi server/web server.

C. Web Editor
     Merupakan program aplikasi yang berfungsi untuk mengetikan perintah-perintah dokumen web baik clent side scripting maupun server side scripting. Saat ini banyak tersedia web editor mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih smart.

D. Web Browser
     Merupakan program yang berfungsi untuk menampilkan dokumen-dokumen web dalam format HTML. Berikut adalah contoh web browser yang cukup populer beserta web engine yang digunakan:
⇒Web Engine WebKit: Safari dan Google Chrome.
⇒Web Engine Trident: Microsoft Internet Explore dan Maxthon.
⇒Web Engine Gecko: Mozilla Firefox.
⇒Web Engine Presto: Opera.

E. Web Server
     adalah program aplikasi yang memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan dokumen-dokumen web. Berikut adalah beberapa contoh web server: web server Apache yang mendukung PHP, web server Microsoft Internet Information Service (IIS) yang mendukung ASP dan PHP, web server Apache Tomcat yang mendukung Java Server Pages (JSP).

F. Database Server 
    adalah program yang digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dihalaman web. Database biasanya disebut Database Management System (DBMS) adalah sebuah aplikasi yang menjembatani user dan data-data didalam database. DBMS merupakan komponen opsional dalam pembuatan aplikasi web. Maksudnya keberadaan komponen ini didalam komputer yang sangat tergantung kebutuhan dari web yang akan dibuat. Berikut adalah contoh DBMS server yang beredar didunia nyata saat ini:
- Closed Source/berbayar: Microsoft SQL Server, Oracle 10g, DB2 (IBM).
- Open Source/gratis: MySQL, PostGreSQL.

G. Image Editor
     adalah program apliaksi yang berfungsi untuk melakukan pengolahan gambar/image. Contoh program aplikasinya: Microsoft Paint, Adobe Photoshop, Adobe Flash, Adope Premiere, Grab (Mac OS X), Corel Draw. Program tersebut tentunya bersifat pilihan/opsional yang keberadaanya sangat tergantung pada kebutuhan rancangan web yang akan dibuat.

1 komentar: